Senin, 22 Mei 2017

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras

a. Teknik Cor (cetak tuang) Teknik cor sudah ada ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia mulai mengenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat beberapa benda kerajinan dari bahan perunggu seperti gendering perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan. Berikut ini contoh pembuatan benda kerajinan dari bahan lunak dengan teknik cor (cetak tuang).
1.       Teknik Tuang Berulang (bivalve) Disebut teknik menuang berulang kali (bivalve), karena menggunakan dua keping cetakan yang terbuat dari batu dan dapat dipakai berulangkali sesuai dengan kebutuhan (bi berarti dua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana, baik bentuk maupun hiasannya.
2.       Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue) Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue) dibuat pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat. Selanjutnya model dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian benda dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga. Tuangkan perunggu ke dalamnya. Setelah dingin, cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan. Di samping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto.

b. Teknik Etsa Kata etsa berasal dari bahasa Belkamu atau Jerman, yaitu etch yang berarti memakan, berkorosi, atau berkarat, Kata etching berarti mengetsa. Bendabenda dari logam dapat dietsa dengan merendam dalam larutan etsa (larutan asam). Untuk melindungi bagian yang tidak ingin teretsa oleh pengikisan larutan asam ini, seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan penolak asam, yaitu resist (bahan pelindung). Sementara itu, bagian-bagian yang terpilih untuk dietsa sesuai dengan desain dibiarkan terbuka dan terkena pengikisan asam. Secara perlahan-lahan, asam akan melarutkan dan mengikis tempat-tempat yang terbuka sampai tingkat yang diinginkan sehingga permukaannya turun sampai di bawah permukan aslinya. Sementara bagian logam yang dilindungi tetap utuh. Beberapa larutan atau bahan kimia yang secara terpisah dapat menggigit, mencerna, dan melarutkan logam, sangat bergantung pada jenis logam yang akan dietsa. Larutan pengetsa ini terdiri atas larutan asam organik, asam mineral anorganik, atau campuran dari keduanya. Sebagian asam mempunyai daya kikis yang sangat baik untuk logam-logam tertentu, sedangkan sebagian asam lain ternyata hanya sedikit atau bahkan tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadap logam-logam tertentu lainnya. Kombinasi dari keduanya justru dapat melarutkan logam-logam di dalam larutan tersebut. Sukses tidaknya mengetsa ini bergantung pada pengendalian yang sangat hati-hati terhadap kekuatan larutan asam pengetsa. Penerapan bahan penolak asam pada logamnya, cara dan keterampilan dalam membuat desainnya agar tetap terbuka melalui penggunaan resist (bahan pelindung), serta perhitungan waktu untuk pengukuran dan pengikisan asamnya perlu diperhatikan, agar gambar etsa muncul di permukaan logam dengan derajat keteraturan dan kedalaman yang diinginkan.

c. Teknik Ukir Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak Zaman Batu Muda. Pada masa itu, banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Bendabenda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig-zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran

d. Teknik Ukir Tekan Teknik mengukir tekan adalah teknik membuat hiasan di atas permukaan pelat logam tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 mm untuk pelat logam kuningan dan pelat logam tembaga sampai dengan 0,4 mm. Alat yang biasa digunakan untuk ukir tekan ini yaitu dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah dibentuk sesuai kebutuhan ukir tekan. Jika tanduk sulit didapat, gunakan bambu ataupun kayu. Cara menggunakan alat ukir tekan ini ialah dengan menekan permukaan benda kerja mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah ditentukan.

e. Teknik Bubut Dalam pekerjaan membubut, diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/ menggaruk dan membentuk benda ialah pahat bubut. Teknik bubut ini akan menghasilkan karya kerajinan yang simetris, bulat dan rapi. Contoh karya kerajinan dengan teknik bubut adalah asbak kayu, vas bunga dari kayu, benda-benda mainan. f. Teknik Anyam Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman. Bahan keras dari karya kerajinan yang dapat menggunakan teknik anyaman, antara lain: bambu, rotan, dan plastik.






file:///C:/Users/TOSHIBA/Favorites/Downloads/Prakarya%20Smt%202.pdf

Tanggal dan Akses waktu : 22 Mei 2017 - 15:59

Unsur- Unsur yang terdapat pada Produk Kerajinan dari Bahan Keras



Unsur- Unsur yang terdapat pada Produk Kerajinan dari Bahan Keras ada 2 yaitu Unsur Estetika dan Ergonomis. Unsur estetika sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama. Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan dan keindahan (estetika).






file:///C:/Users/TOSHIBA/Favorites/Downloads/Prakarya%20Smt%202.pdf

Tanggal dan Akses waktu : 22 Mei 2017 - 14:54

Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Keras

a. Kerajinan Logam Kerajinan logam menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti: gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/ pemanasan dan tempa.
                                                       
b. Kerajinan Kayu Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin. Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.
c. Kerajinan Bambu Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit. Sampai saat ini, bambu masih digunakan untuk keperluan tersebut. Bahkan saat ini, produk kerajinan bambu tampil dengan desain lebih menarik dan artistik. Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dari bambu adalah teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung. Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik. Berikut contoh kerajinan dari bambu.
d. Kerajinan Rotan Rotan merupakan hasil kekayaan alam yang sangat besar di Indonesia. Pulau yang paling banyak menghasilkan rotan adalah Kalimantan. Tumbuhan rotan bersifat kuat dan lentur sehingga sangat cocok sebagai benda kerajinan dengan teknik anyaman. Contoh produk kerajinan dari bahan rotan banyak digunakan pada meja kursi, almari, tempat makanan, dan lain-lain. Berikut contoh karya kerajinan dari bahan rotan.
e. Kerajinan Batu Indonesia sangat kaya dengan bebatuan, jenisnya beraneka ragam. Daerah Kalimantan merupakan penghasil batu warna yang dinilai sangat unik. Banyak daerah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan seperti: aksesoris pelengkap busana, juga sebagai penghias benda. Batu hitam yang keras dan batu padas berwarna putih/cokelat yang lunak banyak dimanfaatkan untuk produk kerajinan. Teknik pengolahan untuk batu hitam dan batu padas banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir. Kerajinan batu banyak digunakan untuk hiasan interior dan eksterior. Berikut contoh kerajinan dari batu.

f. Kerajinan Kaca Serat (Fiberglass) Kaca serat (fiberglass) adalah serat gelas berupa kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis. Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, kondisi sudah siap pakai. Kemudian, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi. Oleh sebab, itu fiberglass biasa digunakan sebagai badan mobil dan bangunan kapal. Dia juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik. Kerajinan fiberglass membutuhkan beberapa campuran dalam proses pembuatannya. Campuran fiberglass terdiri atas cairan resin (minyak resin bahan dasarnya minyak bumi dan residu), katalis, met atau serat fiber, polish atau sabun krim silicon untuk membuat cetakan, serta talk untuk memekatkan warna. Proses pembuatan perlu perbandingan agar memperoleh hasil yang baik. Jika zat cair (resin dan katalis) dicampur, akan bereaksi dari cair berubah menjadi padat dan keras, serta berwarna bening mengilap. Berikut contoh kerajinan dari fiberglass.






file:///C:/Users/TOSHIBA/Favorites/Downloads/Prakarya%20Smt%202.pdf

Tanggal dan Akses waktu : 22 Mei 2016 - 15:15

Pengertian Kerajinan dari Bahan Keras

Kerajinan merupakan budaya tradisional yang kini menjadi komoditi negara untuk meningkatkan devisa. Di antara sejumlah kerajinan Nusantara, ada kerajinan yang tetap mempertahankan bentuk dan ragam hias tradisionalnya, tetapi ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seperti yang sudah dipelajari pada pembahasan sebelumnya, bahwa produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua.
  1. Bahan Keras Alami Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, rotan dan lain-lain.
  2. Bahan Keras Buatan Bahan keras buatan adalah bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan seperti berbagai jenis logam, fiberglass dan lain-lain.




file:///C:/Users/TOSHIBA/Favorites/Downloads/Prakarya%20Smt%202.pdf

Tanggal dan Akses waktu : 22 Mei 2016 - 15:13

Senin, 05 Desember 2016

Cara membuat Doraemon dari kain flanel

Hai !!! Para pembaca blogger bagaimana keadaannya ? tentu baikkan. Banyak kreasi yang dapat kita buat dari sebuah kain flanel ini seperti dompet, bross, boneka dan berbagai aksessoris lainnya.Disini saya akan berbagi bgaimana cara membuat sebuah boneka dari kain flanel, salah satunya Doraemon.

Cara Membuat Doraemon 

dari kain Flanel
Bahan-bahan
  • Kain flanel
  • Jarum dan benang
  • Lem UHU
  • Gunting
  • Kertas karton (untuk membuat pola)
  • Kapas untuk bahan pengisinya
Langkah-langkah
  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Buat pola boneka pada kertas karton, disini saya akan membuat boneka doraemon , kemudian salin dan gunting pola tersebut pada kain flanel sesuai dengan warna.Buat masing-masing 2 lembar untuk bagian badannya, tangan dan kaki doraemon, untuk bagian depan dan belakang.
  3. Kemudian jahit bagian tangan, badan dan kaki boneka menggunakan jarum, ingat gunakan benang yang warna nya sama, disini saya gunakan warna biru
  4. Sisakan bagian boneka yang tidak dijahit untuk diisi kapas
  5. Kemudian gabungkan dan jahit kaki, badan dan tangan boneka
  6. Selanjutnya buat mata, hidung, mulut, kantong dan kumis doraemonnya serta tempelkan pada badan boneka dengan menggunakan lem UHU
  7. Selanjutnya buat ekor doraemon
  8. Dan selesai
Image result for DORAEMON DARI KAIN FLANEL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8N1IfRDnSuQGjUBdL7cMCdheLerKy7Iw2dj_EcgrNvL1cYLK3o4NrhLwX83OGc-iwulPeV3AVTTTHfWrd2WHEHlCVSoT1Y5fgMXg5WbxLesDZdkfnpuzsB_adIpEg19SVYJQwe9wV9Fs/s1600/Cara+Membuat+Boneka+Doraemon+dari+Kain+Flanel.png
http://blogoinformasi.com/cara-menbuat-kerajinan-tangan-dari-kain-flanel/

Tanggal dan Akses waktu : 05 November 2016 - 7:43

Cara Membuat Pita Kado yang Cantik

Hai !!! Para pembaca blogger bagaimana keadaannya ? tentu baikkan. Mau mengadokan seseorang tapi binggung mau dihias apa? Yuk kita buat pita saja, dengan pita yang kita buat kado yang kita akan berikan kepada seseorang menjadi lebih indah dan sangat cantik.

Cara Membuat Pita Kado yang Cantik

Bahan-bahan 
  • Kertas karton ( Warna sesuai selera)
  • Gunting
  • Pensil
  • Penghapus
  • Lem
Langkah-Langkah
  1. Buatlah pola yang sudah ditentukan pada gambar (Lihatlah pada gambar).
  2. Gunting pola tersebut.
  3. Pola yang ada ditengah dilipat sesuai dengan tutorial.
  4. Satukan ketiga bagian menjadi sebuah pita yang cantik.
  5. Jadilah pita yang menarik siap menghiasi kado.

pola pita pink cantikCara Membuat Kerajinan Tangan, Pita 3kreasi pita kadoCara Membuat Kerajinan Tangan, Pita 1https://kerajinantanganx.blogspot.co.id/2013/07/cara-membuat-kerajinan-tangan-pita.html
http://artenergic.blogspot.co.id/2013/09/cara-membuat-pita-kerajinan-tangan-dari-kertas-karton.html

Tanggal dan Akses waktu : 05 November 2016 - 7:21